Turunkan Risiko Demensia dan Depresi Dengan Nonton Pertandingan Bola


Bagi fans bola, tidak terdapat yang lebih sakral dan ditunggu-tunggu daripada musim kompetisi. Mulai dari yang liga regional laksana Premier League dan La Liga, hingga pesta bola akbar sejagad raya Piala Dunia. Mereka bahkan rela begadang semalaman untuk menyaksikan laga kesebelasan kesayangan melawan rival bebuyutannya.

Nah, olahraga sejuta umat ini tak disangka-sangka pun turut merawat kesehatan benak para fansnya hingga tua nanti walau hanya disaksikan lewat layar kaca. Kok bisa?

Nonton bola tolong pertajam memori jangka panjang semua fans

Sepak bola sebagai olahraga dapat langsung membawa guna kesehatan untuk fisik pemainnya tersebut sendiri. Namun, fans bola yang melulu duduk manis menyaksikan lewat layar kaca pun dapat kebagian “jatah” manfaatnya, terutama untuk kesehatan mental mereka.

Dikutip dari Huffington Post, Alistair Burns selaku direktur departemen Demensia di NHS (biro pelayanan kesehatan di Inggris Raya setara BPJS di Indonesia) mengatakan, “Menonton sepak bola mengawal tetap benak aktif dengan terus memicu saraf benak bekerja membentuk memori emosional.” Apa, sih, yang dimaksud dengan memori emosional?

Begini sederhananya; tidak jarang, kan, kita diciptakan emosi hingga “darah tinggi” oleh jalannya pertandingan yang alot? Sebaliknya juga begitu. Sudah tak terhitung lagi, kan, berapa kali anda juga diciptakan bersorak bahagia ketika merayakan kemenangan telak klub favorit? Nah ternyata, benak ikut menyimpan masing-masing emosi yang anda rasakan sekitar nonton bola ini dan mengolahnya sebagai memori atau memori spesifik.

Semua emosi yang berhubungan dengan kejadian tersebut, contohnya bahagia sebab menang atau marah dan sedih sebab kalah, akan ditabung dalam amigdala yang menjadi pusat kontrol emosi. Sementara itu, masing-masing elemen yang menyusun suatu kenangan (misalnya di mana, pertandingan apa, dan bareng siapa kita nonton bola) akan ditabung di dalam hipocampus.

Nah, hipocampus dan amigdala ialah dua bagian benak yang saling terhubung, sampai-sampai dalam prosesnya bakal menciptakan memori emosional. Ingatan emosional ialah salah satu dari dua jenis kenangan utama dalam benak manusia. Ingatan ini dapat diputar pulang sewaktu-waktu saat Anda menikmati emosi yang serupa di lantas hari. Ingatan emosional pun lebih powerful daripada kenangan biasa (misalnya, memori tentang santap apa kita kemarin siang).

Kenangan masa-masa nonton bola ditabung kuat oleh otak

Ingatan emosional jauh lebih powerful daripada kenangan biasa sebab otak kita mengaitkannya dengan momen spesial yang menegangkan atau membahagiakan. Saking kuatnya memori emosional ini menempel di otak, Anda dapat mengingat kembali masing-masing momen spesifik itu di lantas hari baik secara sengaja maupun tidak. Bahkan sampai bertahun-tahun setelahnya.

Tidak percaya? Coba saja tanyakan kakek atau ayah kita yang jadi dulu pun jadi fans bola garis keras. Mereka barangkali masih dapat mengingat dengan rinci negara mana yang menjadi jawara di Piala Dunia tahun 1986. Mereka pun mungkin dapat tiba-tiba menilik siapa yang cedera atau yang mencetak gol kemenangan tersebut.

Nah, rangsang memori emosional berikut yang diandalkan oleh peneliti berpotensi memperkuat kegiatan otak.

Nonton bola jauhkan fans dari risiko depresi dan demensia ketika tua

Berdasarkan teori di atas, Burns lantas menjabarkan bahwa saat Anda menilik suatu peristiwa/situasi/seseorang yang spesifik, benak akan langsung berbarengan menggiatkan emosi yang berhubungan dengan urusan tersebut. Pernah kan, saat Anda mengupayakan mengingat si mantan, tiba-tiba hati terasa kecil hati atau marah? Mekanisme yang sama pun terjadi pada fans bola.

Mencoba menilik atau menyaksikan kembali suatu siaran ulang pertandingan bola akan membangunkan emosi yang sama sewaktu kesatu kali mengalaminya. Mungkin emosi yang dialami saat ini tidak bakal sekuat dulu, tetapi tetap saja Anda dapat merasakan kesedihan atau kebahagiaannya, bukan?

Ini menegaskan pulang pendapat para berpengalaman bahwa memori emosional dapat merangsang emosi sama laksana aktivasi emosi dapat membuat sebuah informasi atau pemahaman baru (kognisi). Nonton bola dapat menolong Anda menanam memori emosional dan memungkinkan benak untuk menggiatkan lagi memori bersangkutan peristiwa tersebut di masa depan, yang berpotensi memperkuat kegiatan otak tetap aktif di masa tua.

Kemampuan memutar kembali memori positif atau rinci momen-momen hebat berhubungan pertandingan bola yang pernah ditonton, ungkap peneliti, dapat menangkal risiko kemunculan demensia di masa tua atau bahkan meminimalisir tingkat keparahannya.

Di samping itu, keterampilan memutar kembali memori bahagia sehabis nonton bola juga dapat mencegah risiko depresi dan kesepian di umur lanjut.

Belum ada Komentar untuk "Turunkan Risiko Demensia dan Depresi Dengan Nonton Pertandingan Bola"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel