Tempat Nongkrong Anti Mainstream di Wellington


Wellington adalah ibu kota dari Selandia Baru. Selain menjadi pusat pemerintahan, Wellington juga merupakan pusat peradaban modern Selandia Baru. Kotanya yang terasa seperti gabungan antara Canberra dan San Fransisco membuat Wellington juga menjadi surganya bagi para anak muda cutting edge.

Sebagai kota pelabuhan, Wellington terus terpapar berbagai budaya dari luar sehingga Anda dapat dengan mudah melihat pergerakan kreativitas masyarakat Wellington yang cukup progresif. Bagi Anda para foodies pun patut berbahagia karena Wellington memiliki jumlah restoran per kapita melebihi kota-kota besar di dunia, termasuk New York. Apabila Anda ingin merasakan kehidupan kreatif yang santai a la masyarakat Wellington setelah lelah menjelajah alam Selandia Baru yang megah, berikut ini beberapa tempat yang cocok untuk mengisi kembali energi Anda.
Tempat Nongkrong Anti Mainstream di Wellington

1. Enjoy Public Art Gallery

Enjoy Public Art Gallery adalah galeri kesenian yang dikelola secara non-komersial oleh para artis di Wellington. Anda dapat menemukan berbagai koleksi seni beraliran kontemporer dalam berbagai medium seperti lukisan, ukiran, bahkan seni instalasi. Anda dapat melihat pergerakan seniman di Enjoy Public Art Gallery karena galeri ini juga menjadi tempat diskusi dan mengkritisi karya seni. Semua ini bertujuan untuk mendorong seniman Selandia Baru menuju panggung dunia.

2. Wellington Night Market

Terletak di Cuba Street, pasar malam yang buka sejak pukul 17:30 ini adalah rumah bagi berbagai aktivitas menarik. Anda dapat menikmati berbagai jenis kuliner yang tersedia sambil menikmati alunan live music yang membuat suasana semakin hidup. Sesuai dengan nama jalannya, Anda dapat menemukan berbagai hidangan khas Kuba yang terkenal nikmat.

3. Roxy Cinema

Bagi Anda pecinta kebudayaan pop, wajib hukumnya untuk mengunjungi Roxy Cinema. Roxy Cinema adalah hub bagi para cinephile Wellington karena selain memutar film-film blockbuster Hollywood, Roxy Cinema juga sering mengadakan event seperti pemutaran film-film cult classic. Satu hal yang unik adalah pembelian tiket juga mendapatkan makanan atau minuman yang sesuai dengan tema film. Contohnya, apabila Anda mengikuti pemutaran film The Big Lebowski maka Anda akan disajikan burger karya Chef Nic Spicer saat waktu jeda di tengah film.

4. The Best Ugly Bagels

Bagi Anda pecinta gluten, tempat ini menyediakan roti bagel yang dibuat secara tradisional menggunakan oven kayu namun dengan topping kekinian. Anda dapat memesan bagel dengan topping smoked salmon dan krim keju atau bagel kismis kayu manis dengan topping krim mascarpone dan pisang karamel. Namun bagi Anda yang cukup tradisional, The Best Ugly Bagel juga menyediakan bagel dengan topping klasik seperti keju krim organik, selai kacang, peanut butter and jelly, atau madu dengan sentuhan butter.

5. The Library

The Library adalah restoran kecil yang mengusung tema bibliotheque. Pilihan menu The Library memang tidak terlalu banyak, sehingga membuat restoran ini menjadi tempat yang tepat untuk berbincang dan berdiskusi bersama rekan-rekan. Apabila Anda datang sendiri pun The Library tetap menarik untuk dikunjungi karena Anda dapat menikmati waktu sajian ringan sambil membaca buku yang cukup banyak tersedia.

6. Six Barrel Soda

Six Barrel Soda adalah tempat yang tepat untuk berlindung dari teriknya matahari. Apabila Anda sedang mengunjungi museum Te Apa, pastikan Anda mampir ke kedai Six Barrel Soda. Di sini, Anda dapat menikmati minuman soda yang seluruh bahannya dibuat sendiri oleh sang pemilik yang akrab disapa Joe dan Mike. Pilihan rasa yang ditawarkan cukup variatif, mulai dari yang lemonade hingga yang cukup aneh seperti timun dan mint.

Tidak perlu khawatir karena kesegaran soda homemade ini menggunakan sirup berbahan dasar organik dengan kadar gula yang tidak terlalu tinggi. Selain minum di tempat, Anda juga bisa membeli yang sudah dikemas secara cantik dalam botol yang didesain oleh rumah desain Common Good. Wajar apabila Six Barrel Soda kini dipercaya menjadi supplier soda dan sirup bagi kafe atau restoran di Selandia Baru karena memang cita rasanya yang segar dan tidak terlalu manis.

Terbukti, Selandia Baru bukan hanya menyimpan destinasi wisata alam yang memukau saja, kehidupan progresif di kota-kotanya pun juga menjadi daya tarik tersendiri. Apakah Anda tahu bahwa berwisata ke Selandia Baru tidak butuh budget yang teramat besar? Harga tiket menuju Wellington pun jauh lebih murah dibanding berwisata ke Benua Amerika atau Eropa. Salah satunya dengan cara memesan tiket pesawat ke Australia untuk transit menuju Selandia Baru. Selain menghemat bujet, Anda juga bisa menikmati keindahan panorama negeri Kangguru
Jadi tunggu apalagi? Ayo segera ke Selandia Baru, rumah dari para burung kiwi.


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.