Kakak Bisa Bunuh Adik Gara-gara Ucapan Orang Lain



Sering kali kita berucap tanpa memperhatikan dampaknya. Ya, kadang ucapan kita nggak ada maksud apa-apa, tapi yang mendengar bisa memaknainya berbeda. Bahkan karena ucapan orang lain, seorang anak bisa membunuh adiknya sendiri.

Cerita ini dituturkan seorang pengguna Facebook, Mega Wati. Sebenarnya ini cerita lama, terjadi sekitar 7-8 tahun lalu. Tapi peristiwa ini memberikan pelajaran penting bahwa ucapan bisa memberikan dampak yang nggak main-main, meski awalnya ditujukan untuk main-main.

"Keluarga di kompleks dekat rumah, ada anak laki-laki yang membunuh adik perempuannya. Saat ibunya masuk ke kamar, dia melihat anak laki-lakinya sedang melompat-lompat di atas adiknya yang masih bayi. Sang ibu segera menghampiri anak perempuannya, namun telat, dia sudah tidak bernyawa," tutur Mega Wati dalam statusnya yang ditulis pada 12 Maret 2018.

Tahu nggak, Bun, berapa umur si kaka? Baru empat tahun. Ternyata si kakak melakukan hal itu karena merasa sang ibu lebih sayang pada adiknya. Iya, soalnya sejak ibunya masih hamil banyak yang bilang pada si kakak bahwa ayah dan ibunya nggak sayang lagi padanya karena ada adik baru.

Banyak orang mengatakan hal yang sama membuat si anak kepikiran. Jadi dengan 'menghilangkan' adiknya, si kaka merasa dirinya nggak akan 'dibuang' orang tuanya.

Kasihan ya, Bun, hanya karena ucapan seperti itu yang melekat di ucapan sang anak, dia jadi tega 'menghilangkan' adiknya. Seumur hidup dia akan dikenang sebagai kakak yang membunuh adiknya.

Mega Wati lantas menulis alangkah lebih baik kalau melihat anak yang akan punya adik mengatakan, "Wah, hebat ya, kamu sudah mau jadi abang lho, jaga adikmu baik-baik ya,". Ini lebih positif ketimbang bilang, "Kamu itu udah nggak disayang, udah mau dibuang, tuh udah ada dedek baru,".

"Sebaik apapun kamu, kalau mulutmu berbisa, kamu bukan orang baik. If you cannot say something good, then please don't say anything at all," lanjut Mega Wati.


Mega Wati juga bilang orang tua pasti mengajarkan dan memberikan pengertian ke anak bahwa adik itu bukan saingan, melainkan teman dan harus disayang. Tapi sering kali perkataan yang didengar berulang-ulang oleh anak akan menjadi sugesti. 

"Jadi nggak usah debat bilang ini salah ortu sang anak kurang perhatian, inti post ini adalah soal mulut yang berbisa dengan alasan klasik 'bercanda'," tambahnya.

Soal anak yang cemburu sama adik atau calon adik, menurut psikolog Tara de Thouars BA MPsi dari Sanatorium Dharmawangsa dan Lighthouse Clinic Jakarta, adalah hal yang wajar. Tapi, hal ini bisa diatasi asal bunda tetap tenang dan nggak gampang marah ketika sang kakak mencari perhatian.

Si kecil mungkin marah pada si bayi baru karena mengambil banyak waktu kita sebagai orang tua. Mungkin si kakak juga kesal karena kita nggak banyak bermain dengannya. Akibatnya, jika ada kesempatan, beberapa balita bahkan menjadi kasar pada adik barunya.

Nah berikut ini tips untuk mencegah si kecil cemburu pada adik atau calon adiknya, seperti dikutip dari detikHealth.

1. Beri pujian secara lembut untuk perilaku antara si kecil dan si adik bayi.
2. Jelaskan secara pasti pada si kecil bahwa semua anggota keluarga perlu berlemah lembut pada si bayi.
3. Tunjukkan pada si kecil bagaimana kita ingin mereka berperilaku.
4. Terima kenyataan bahwa si kecil mungkin mengalami kemunduran perilaku sebagai usaha mencari perhatian lebih. Beri pujian lebih pada perilaku yang semestinya akan membantu hilangnya kemunduran perilaku ini seiring waktu.
5. Tawarkan beberapa hadiah dan jalan-jalan ke luar, sehingga si kecil menyadari ada beberapa keuntungan menjadi seorang kakak. 



sumber : https://www.haibunda.com/psikologi/d-3916709/kakak-bisa-bunuh-adik-gara-gara-ucapan-orang-lain

Belum ada Komentar untuk "Kakak Bisa Bunuh Adik Gara-gara Ucapan Orang Lain"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel